Fenomena Bengkak Biaya Bangun Rumah

Fenomena Bengkak Biaya Bangun Rumah

Sebelumnya sudah pernah dibahas perihal Bengkaknya Biaya bangun Rumah.
Kali ini saya akan mencoba membahas hal-hal yang berdasarkan pada ketahanan kita menahan diri/keinginan kita, pada umumnya kita tidak menyadari hal ini sebagai penyebab bengkaknya biaya pembangunan rumah.

A. Mimpi yang terus Berkembang

Pada awalnya kita sudah menyiapkan rancangan desain rumah impian yang akan kita bangun.
Akan tetapi dengan berjalannya waktu pelaksanaan pembangunan, mulailah bermunculan dan berkembang mimpi-mimpi baru.

Munculnya “mimpi-mimpi baru” ini bisa berasal dari akibat ngobrol-ngobrol perihal rumah bersama teman-teman sekitar kita atau bisa juga datang dari akibat seringnya kita membandingkan rumah kita dengan rumah-rumah lain yang kita lihat.

Akibat dari semua ini mulailah tebentuk “mimpi baru”, yaitu timbul keiinginan untuk merubah gambar rancangan desain awal yang telah dibuat menjadi mimpi yang baru.
Selama perubahan ini dilakukan masih dalam proses perencanaan, maka ini lebih baik dan tidak akan menimbulkan perubahan-perubahan pekerjaan dilapangan (tidak terjadi bongkar-pasang).

Akan tetapi apabila mimpi-mimpi baru ini timbul pada saat proses pembangunan sedang berjalan, maka disinilah awal pembengkakan biaya dimulai. Kalau kita biarkan mimpi-mimpi ini terus berkembang, maka sedikit demi sedikit tanpa kita sadari biaya mulai bertambah.
B. Bahan Material

Fenomena ini sangat klasik, karena ini hampir terjadi pada setiap orang yang membangun rumah.
Kenapa dikatakan kalsik, karena tanpa disadari kebiasaan ini menjadi sesuatu yang biasa.
Contoh lain : Kalu kita ada janji dengan sesorang, kemudian kita terlambat datang, maka alasan klasik yang akan digunakan adalah ” Wah…sorry ya…jalanan macet nih”. Pada hal kita semua sudah tahu bahwa dimana-mana jalanan pada jam kerja sudah dapat dipastikan macet.
Padahal kalau kita mau lebih awal berangkatnya  dapat dipastikan tidak akan terlambat.

Demikian pula dengan membangun rumah, kalau dari awalnya kita sudah memilih semua jenis bahan material yang akan digunakan, maka kita bisa menghemat biayanya.
Umumnya fenomena pembengkakan biaya ini terjadi pada saat pekerjaan mencapai tahap Finishing (keramik, cat, politur/melamik, sanitary, Kunci pintu dan engsel, Fixture lampu).

Karena banyaknya pilihan corak/motif,warna dan ukuran, maka kita akan menjadi mudah tergoda
Pada hal pekerjaan finishing adalah salah satu bagian yang mahal didalam anggaran biaya pembangunan rumah. Apabila kita tidak bisa menahan diri /konsisten dengan desain awal maka kita tidak bisa berhasil menghemat biaya, apalagi terjadinya perubahan setelah dilaksanakannya pekerjaan, maka akan timbul pekerjaan bongkar pasang.
C. Mandor atau Kontraktor

Didalam mempertimbangkan mengambil keputusan memilih antara Mandor atau Kontraktor dibutuhkan kehati-hatian. Untuk mengetahui sebaiknya memilih Mandor atau Kontraktor bisa dilihat dicontent “Problem dan Solusi”.

Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan yang matang dan mulailah belajar menahan diri dari segala bentuk perubahan, agar kita bisa berhemat.
Salam
Asa Sasmita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s